Di banyak tempat, pemilahan limbah berbahaya dianggap selesai begitu kantongnya sudah benar warnanya. Anggapan itu yang sering jadi temuan saat pemeriksaan. Warna memang bagian dari sistem pemilahan, tapi dalam ketentuan pengemasan limbah B3, warna bukan satu-satunya penanda yang diwajibkan.

Karena itu memahami warna plastik limbah B3 perlu dilengkapi dengan memahami dua hal lain yang menyertainya, yaitu simbol dan label.

Mengenal Limbah B3 Secara Singkat

B3 adalah singkatan dari bahan berbahaya dan beracun. Limbah B3 berarti sisa kegiatan yang mengandung bahan tersebut dan karena itu tidak boleh dibuang bersama sampah biasa.

Cakupannya luas. Limbah medis dari fasilitas kesehatan termasuk di dalamnya, tapi begitu juga oli bekas dari bengkel, aki bekas, sisa pelarut dari industri, lampu bekas, dan kemasan bekas bahan kimia. Perbedaan cakupan ini penting, karena cara pengemasannya tidak seragam untuk semua jenis.

Warna Kantong Adalah Praktik di Fasilitas Kesehatan

Sistem kode warna kantong yang banyak dikenal orang sebenarnya berlaku di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan.

Secara ringkas, kuning untuk limbah infeksius dan patologis, ungu untuk limbah sitotoksik, cokelat untuk limbah farmasi dan bahan kimia, merah untuk limbah radioaktif, serta hitam untuk limbah domestik yang bukan B3.

Pembahasan masing-masing warna beserta contoh isinya ada pada ulasan tersendiri mengenai jenis kantong limbah medis. Yang jadi fokus di sini adalah apa yang harus menyertai warna tersebut.

Satu hal yang perlu dicatat soal porsinya. Kelima warna itu tidak terpakai dalam jumlah yang sebanding. Di hampir semua fasilitas kesehatan, kantong kuning yang paling banyak habis, karena limbah infeksius memang aliran limbah terbesar dan dihasilkan hampir di setiap ruangan. Warna lain seperti ungu dan merah sering hanya dipakai di unit tertentu dan jumlahnya jauh lebih sedikit.

Karena itu dalam pengadaan, kantong kuning biasanya dihitung terpisah dengan pasokan rutin, sementara warna lain dipesan sesuai kebutuhan unit yang menghasilkannya.

plastik sampah kuning merk Urban Plastic

Di Luar Fasilitas Kesehatan, Penandanya Berbeda

Ini yang sering membingungkan ketika orang berpindah konteks.

Di industri dan kegiatan usaha lain, limbah B3 umumnya tidak dikemas dalam kantong berwarna, melainkan dalam wadah seperti drum, jeriken, atau tangki yang sesuai dengan sifat limbahnya. Wadah itu dipilih berdasarkan apakah isinya korosif, mudah menyala, atau bereaksi dengan bahan tertentu.

Pada pengemasan seperti ini, yang menjadi penanda utama bukan warna wadahnya melainkan simbol dan label yang dipasang pada wadah tersebut.

Jadi kalau ada yang bertanya apa warna wadah untuk oli bekas atau sisa pelarut, jawabannya bukan warna tertentu. Yang ditentukan adalah jenis wadahnya serta simbol dan label yang harus menempel padanya.

Simbol Tidak Bisa Digantikan Warna

Di sinilah warna plastik limbah B3 menemukan batasnya. Simbol limbah B3 berbentuk gambar yang menunjukkan sifat bahayanya, dan jenisnya mengikuti karakteristik limbah tersebut.

Limbah infeksius memakai simbol biohazard, limbah radioaktif memakai simbol radioaktif, dan limbah sitotoksik memakai simbolnya sendiri. Pada limbah B3 di luar fasilitas kesehatan, simbol yang dipakai menyesuaikan sifatnya, misalnya mudah menyala, korosif, beracun, atau berbahaya bagi lingkungan.

Alasan simbol tetap diwajibkan meski warna sudah jelas cukup masuk akal. Warna hanya bermakna bagi orang yang sudah diberi tahu artinya, dan artinya bisa berbeda di tempat lain. Simbol menyampaikan sifat bahayanya secara langsung kepada siapa pun yang melihatnya, termasuk petugas pengangkut dari luar yang tidak mengenal sistem internal fasilitas tersebut.

Label Melengkapi Simbol

Kalau simbol memberi tahu sifat bahayanya, label memberi tahu asal-usulnya.

Label umumnya memuat keterangan penghasil limbah, jenis limbah, serta tanggal pengemasan. Keterangan ini yang memungkinkan limbah ditelusuri sepanjang perjalanannya dari ruangan sampai ke pihak pengolah.

Tanpa label, satu kantong yang ditemukan bermasalah tidak bisa dilacak berasal dari unit mana, sehingga penyebabnya tidak pernah diperbaiki.

plastik sampah kuning merk Urban Plastic-1

Kesalahan yang Sering Ditemukan

  • Menganggap kuning berlaku untuk semua limbah berbahaya. Kantong kuning khusus untuk limbah infeksius dan patologis. Limbah farmasi, sitotoksik, dan kimia punya kantongnya sendiri.
  • Warna benar tapi tanpa simbol. Ini temuan paling sering saat pemeriksaan, dan biasanya terjadi karena kantong dibeli hanya berdasarkan warna.
  • Simbol berupa stiker yang terkelupas. Permukaan kantong yang basah atau tergesek di troli membuat stiker lepas di tengah jalan. Simbol yang tercetak langsung jauh lebih aman.
  • Label tidak diisi. Banyak kantong sudah ada kolom isian tapi dibiarkan kosong karena dianggap tidak penting.

Untuk kantong kuning yang pemakaiannya paling besar, memilih yang simbolnya sudah tercetak sejak awal jauh lebih praktis dibanding menambahkan penandaan belakangan. Pilihan ukurannya tersedia di Urban Plastic.

Warna Mempercepat, Simbol dan Label yang Menjelaskan

Warna plastik limbah B3 berguna karena bisa dikenali dalam sekejap, dan itu penting di ruangan yang sibuk. Tapi warna hanya bekerja bagi orang yang sudah tahu artinya.

Simbol menjelaskan sifat bahayanya kepada siapa pun yang melihat, termasuk petugas di luar fasilitas. Label menjelaskan asal dan waktunya sehingga limbah bisa ditelusuri.

Ketiganya mengerjakan tugas yang berbeda dan tidak saling menggantikan. Kantong yang warnanya tepat tapi polos tanpa penandaan belum memenuhi ketentuan, meski isinya sudah dipilah dengan benar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Plastik Sampah Medis merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id