Pemilihan kepala daerah atau yang lebih dikenal sebagai pilkada merupakan proses pemilihan kepala daerah dari pasangan calon-calon kepala daerah yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, maupun perorangan. Di Indonesia, pemilihan kepala daerah atau pilkada dilakukan secara langsung oleh rakyat atau penduduk yang tinggal di daerah administratif tersebut dan telah memiliki hak pilih. Dengan kata lain, pilkada ini merupakan salah satu pesta demokrasi yang cukup memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Saat pilkada berlangsung, penduduk yang akan memilih pasangan calon kepala daerah akan melakukan pemungutan suara pada tempat yang telah disiapkan oleh panitia. Hal ini membuat proses pemilihan kepala daerah menjadi salah satu pesta demokrasi di mana banyak orang datang untuk menggunakan hak pilihnya. Hal ini tidak masalah jika dilakukan pada hari-hari biasa. Namun, di situasi sekarang di mana dunia (termasuk Indonesia) belum terbebas dari pandemi Covid-19, pilkada yang tidak dilakukan dengan hati-hati dapat menyebabkan munculnya masalah baru, yaitu munculnya klaster baru kasus Covid-19. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, pesta demokrasi ini harus dilakukan dengan berpedoman pada protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Penggunaan sarung tangan juga disarankan mengingat bilik untuk melakukan pemilihan digunakan secara bergilir.

Saat pilkada berlangsung, penggunaan plastik diperlukan. Penggunaan plastik untuk pilkada – urban plastic bisa berupa plastik untuk wadah surat suara, maupun sebagai sarung tangan.

Sarung Tangan Plastik untuk Pilkada – urban plastic

Di antara berbagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat sarung tangan, plastik adalah salah satunya. Penggunaan sarung tangan plastik selama pelaksanaan pilkada akan sangat berguna untuk melindungi setiap orang yang mengikuti proses pemungutan suara. Dengan sarung tangan plastik, perlindungan lebih akan didapatkan oleh setiap orang yang memakainya karena tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain di sekitar.

Karena manfaatnya itulah, sarung tangan plastik sangat direkomendasikan untuk dipakai selama proses pemungutan suara berlangsung. Dengan menggunakan sarung tangan plastik, Anda tidak akan bersentuhan secara langsung dengan orang lain di tempat pemungutan suara. Hal ini tentunya membuat Anda lebih aman meski virus Covid-19 tidak menular melalui sentuhan tetapi melalui droplet. Walau begitu, sarung tangan plastik dapat dipakai sebagai tindak pencegahan.

Selain bermanfaat dari segi keamanan, yaitu untuk mencegah penularan, sarung tangan plastik juga sifatnya praktis karena hanya dapat digunakan dalam sekali pakai, kemudian dapat langsung dibuang.

Plastik Sampah Hitam untuk Pilkada – urban plastic

Penggunaan plastik untuk pilkada – urban plastic tidak hanya terbatas pada sarung tangan plastik, tetapi juga plastik sampah hitam. Sama seperti sarung tangan plastik, plastik sampah hitam juga diperlukan selama proses pemungutan suara, yaitu sebagai wadah untuk menampung kertas suara yang telah diisi oleh rakyat. Kertas suara tersebut sangat berharga karena berisi suara rakyat. Oleh karena itu, perlu dipastikan kalau surat suara tersebut dapat dibawa dengan aman. Caranya adalah dengan menggunakan plastik sampah hitam berukuran besar.

Mengingat banyaknya penduduk yang melakukan pemungutan suara, wadah yang besar tentunya dibutuhkan untuk menampung kertas-kertas suara tersebut. Oleh karena itu, plastik sampah hitam merupakan alternatif yang tepat. Selain ukurannya yang besar dan dapat menampung banyak kertas suara, plastik sampah hitam juga menawarkan beberapa kelebihan lain, misalnya elastis dan tidak mudah sobek. Sifat ini tentunya sangat menguntungkan karena kertas suara tetap aman.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Plastik Sampah Kapuk Mas, Anda bisa kunjungi https://jualplastiksampah.com/ atau hubungi nomor whatsapp kami: 0822 9933 3938.